SAATIRAH
“Mah…
bolehkah aku memiliki wanita lain sebagai kekasihku?” tanya Andromeda sambal
memeluk Saatirah dari belakang. Sejenak, Saatirah terdiam sambal memutar
otaknya. Ia mengingat kembali apa yang kurang dari dirinya. Seketika pesan dari
ibunya terngiang-ngiang. Seorang istri
harus bisa menjadi sahabat yang baik bagi suaminya. Teringat dengan jelas
ketika ibunya berbicara dengan raut muka yang sedikit haru namun terlihat
tegas. Ia pun tahu langkah apa yang akan diambilnya.
Ada
sepercik suara kecil yang berbisik di dalam hatinya. Ahh… ini waktu yang tepat bagiku untuk berperan sebagai sahabat untuk
suamiku. Batinnya. “Kenapa papa mau mempunyai kekasih lagi?” tanyanya
dengan suara khas yang begitu lembut namun tetap terlihat penasaran. Jawab
Andromeda, ”Ada empat wanita yang membuatku terus bersemangat,” matanya
berbinar, “yang pertama adalah ibuku, ibumu, kamu, dan kekasih baruku.” Matanya kini
menoleh ke arah wanita yang merupakan istrinya itu. ”Boleh namun, ada satu
syarat kalian harus selalu mengabari ke mana pun kalian pergi.” Saatirah pun
mulai resah apakah keputusannya mengatakan hal itu adalah salah atau benar.
Saatirah hanya bisa berharap rumus rumah tangga dari ibunya bisa berhasil. Satu
hal lagi bagi Saatirah tidak ada hal yang lebih utama selain semangat dari
suaminya sendiri.
I like u
ReplyDelete